About Me

Unsur Kebahasaan Novel

IRFAnesia, Novel merupakan karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam kisah yang diceritakan. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis. (Wikipedia)


 

Sahabt IRFAnesia, pada kesemapatan kali ini kita akan membahasa tentang unsur kebahasaan novel. Nah  apa sajakah unsur kebahasaan novel?

Secara umum novel memiliki 7 unsur kebahasaan yang perlu diketahui. Berikut ini unsur kebahasaan novel:

1.    Kalimat Langsung

Apa yang dimaksud dengan kalimat langsung? Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain.


Kalimat langsung ditandai dengan pemakaian tanda petik ("...").

Ciri-ciri kalimat langsung adalah:

  1. Menggunakan tanda petik.
  2. Intonasi tinggi untuk tanda tanya, datar untuk kalimat berita dan tanda seru dilagukan dengan intonasi perintah.
  3. Kata ganti orang pertama dan orang kedua


Contoh:

“Saya tidak menyesal dan malah ingin melakukannya lagi,” bangga Iqbal.

 

none

2.    Kalimat Tidak Langsung

Apa yang dimaksud dengan kalimat tidak langsung? Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

Ciri-ciri kalimat tidak langsung adalah:

  1. Tidak menggunakan tanda petik
  2. Intonasi membacanya datar
  3. Terdapat perubahan kata ganti orang


Perubahan kata ganti yang dimaksud adalah:

  1. Kata ganti orang ke-1 berubah menjadi orang ke-3. "Saya", "aku" menjadi "dia" atau "ia".
  2. Kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1. "Kamu, "dia" menjadi "saya" atau nama orang.
  3. Kata ganti orang ke-2 dan ke-1 jamak berubah menjadi "kami", "kita" dan "mereka", "kalian" menjadi "mereka", "kami".

Contoh:

Dia tidak menyesal telah melakukan hal itu, tapi malah bangga dan ingin melakukannya lagi.


3.    Kalimat Lampau

Apa yang dimaksud dengan kalimat lampau? kalimat lampau adalah kalimat yang menyatakan peristiwa masa lampau.


Contoh:

Iqbal telah menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia sejak seminggu yang lalu.

 

4.    Verbal Material

Verba material adalah kata kerja yang berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik yang dapat dilihat secara nyata oleh partisipan yang melakukan sesuatu yg bisa disebut actor.


Contoh:

Melihat Iqbal mengajarkan hal-hal yang sulit kepada teman-temannya saya yakin dia pantas jadi guru.

 

5.    Verbal Mental

Verba mental adalah verba yang menerangkan persepsi (misalnya: melihat, merasa), afeksi (misalnya: suka, khawatir), dan kognisi (misalnya: berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindera (senser) dan fenomena.


Contoh:

Iqbal sangat mengerti perasaan teman-temannya ketika ia menerima kabar harus pergi ke luar kota.

 


6.    Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang menerangkan hubungan waktu dari dua peristiwa yang berbeda. Konjungsi temporal termasuk kata hubung yang erat kaitannya dengan waktu.


Contoh:

Iqbal membuka pianonya kemudian memainkannya dengan keangkuhan.

 

7.    Kata Sifat

Apa yang dimaksud dengan kata sifat? Kata sifat merupakan kelas kata yang mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata.


Contoh:

Iqbal merupakan satu-satunya pria dalam kelompok itu, dia disukai karena penyabar dan mengayomi.

 

Nah itulah ciri-ciri unsur kebahasaan novel dan contohnya yang di kutip dari berbagai sumber. Semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Irfa (berbagai sumber)

Posting Komentar

8 Komentar