About Me

Siapa Pelaku Penginjak Batu Patilasan Karangkamulyan Ciamis?


Gilang Taufiq Kusumawardhana, pengunjung Situs Karangkamulyan yang menginjak Batu Patilasan Lambang Peribadatan. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, Siapa sebenarnya pelaku penginjak Batu Patilasan Karangkamulyan Ciamis? Kelakuan pengunjung Situs Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang baru-baru ini viral membuat warga Ciamis geram.

Ada dua buah foto yang beredar di berbagai media sosial. Salah satu foto menunjukkan seorang pria berambut panjang menaiki Batu Patilasan Situs Karangkamulyan.

Ia bergaya layaknya pendekar kungfu dengan menaikkan salah satu kakinya. Sementara tangannya terentang seperti burung bangau yang sedang mengepakkan sayap.

Foto lainnya seorang wanita berkerudung menggendong tas punggung juga menaiki Batu Patilasan. Ia berdiri menginjak Batu Patilasan. Sedangkan tangannya terlipat seperti posisi berdo’a.

Identitas Pelaku Penginjak Batu Patilasan

Belakangan pria berambut gondrong diketahui bernama Gilang Taufiq Kusumawhardana. Dalam sebuah video klarifikasi yang beredar, Gilang mengaku sebagai Ketua Ekspedisi dari organisasi bernama House of Varman.

Gilang dalam video tersebut mengatakan sedang melakukan penelitian pendahuluan terkait sejarah Wretikandayun. Raja Wretikandayun adalah Raja pertama dari Kerajaan Galuh dengan gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa.

Baca Juga:  Pengunjung Injak Patilasan Karangkamulyan, Ini Kata Raja Galuh Ciamis

“Hari ini kita sedang melakukan penelitian pendahuluan mengenai babak sejarah Wretikandayun. Salah satu kunjungannya kita mengunjungi Situs Karangkamulyan,” ujar Gilang dalam video klarifikasinya, Senin (5/10/2020).

Gilang juga menuturkan alasan perbuatannya menaiki Batu Patilasan yang fotonya beredar luas di Facebook, Twitter, dan Instagram.

“Kemudian saat kita berada di Situs Panaekan kita didampingi oleh kolega atau teman yang memandu. Kita juga diberitahu tentang filosofi Panaekan. Interpretasi kita dengan naik itu ada keutamaannya,” jelasnya.

Rupanya Gilang beranggapan Panaekan berarti ‘naik’. Sehingga ia dengan temannya menaiki Batu Patilasan tersebut.

“Sekiranya itu adalah melanggar satu etik tertentu dengan resmi kami meminta maaf,” kata Gilang yang menutup video klarifikasinya dengan salam.

Sementara yang dimaksud oleh Gilang sebagai Situs Panaekan di Karangkamulyaan adalah Situs Adipati Panaekan. Dalam Situs Ciung Wanara tersebut memang ada makam Adipati Panaekan yang dikenal sebagai Bupati Galuh Ciamis pertama.



Situs Adipati Panaekan yang berada di Karangkamulyan merupakan punden yang bentuknya melingkar. Pada bagian sisi utara dan Selatan terdapat batu tegak. Situs ini berbeda dengan Batu yang diinjak oleh Gilang. Karena batu yang dinaiki oleh Gilang adalah batu lambang peribadatan. 

Sumber: DISINI

Posting Komentar

0 Komentar