About Me

Menikmati Novel | Bahasa Indonesia Kelas XII

Novel adalah sebuah narasi prosa yang diciptakan dengan panjang yang cukup dan kompleksitas tertentu yang berhubungan dengan pengalaman manusia secara imajinatif, biasanya melalui serangkaian peristiwa yang berhubungan yang melibatkan sekelompok orang dalam latar tertentu.

 



Menurut KBBI, novel merupakan karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

 

Novel memiliki dua unsur yang membangun keberjalanan ceritanya, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur intrinsik merupakan unsur-unsur dalam atau merupakan unsur utama yang membangun utuhnya sebuah novel diantaranya yaitu tema, alur, latar, tokoh, penokohan, sudut pandang, gaya cerita, dan amanat.

 

Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut membangun dan mendukung sebuah novel seperti latar kondisi keagamaan, kebudayaan, sosial, ekonomi, dan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Berikut unsur ekstrinsik dan intrinsik dalam novel yang perlu Anda ketahui ketika hendak menulis novel:

 

A.    UNSUR INTRINSIK NOVEL

Unsur instrinsik merupakan suatu unsur yang membangun cerita dalam sebuah novel. Nurgiyantoro (2010 : 23) menyebutkan unsur intrinsik (intrinsic) adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra.

Berikut unsur-unsur instrinsik suatu karya fiksi yang turut langsung mewujudkan rangkaian cerita di dalamnya:

 

1.    Tema

Tema didefinisikan sebagai gagasan utama atau makna mendasar dari sebuah karya sastra, yang dapat dinyatakan secara langsung atau tidak langsung. Stanton dan Kenny dalam Nurgiyantoro (2000:67) berpendapat bahwa tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita.

Pengarang akan menentukan tema terlebih dahulu sebelum menulis sebuah novel dan menyampaikannya secara langsung dalam cerita maupun tidak langsung sehingga harus ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Tema tersebutlah yang kemudian menjadikan sebuah cerita novel memiliki makna tersendiri.

Tema utama dan kecil adalah dua jenis tema yang muncul dalam karya sastra. Tema utama adalah ide yang penulis ulangi dalam karya sastranya, menjadikannya ide yang paling signifikan dalam karya itu. Tema minor, di sisi lain, mengacu pada ide yang muncul dalam sebuah karya singkat, memberi jalan ke tema minor lainnya.

Contoh tema dalam “Pride and Prejudice” Jane Austen adalah pernikahan, cinta, persahabatan, dan kasih sayang. Seluruh narasi berkisar pada tema utama pernikahan. Tema minornya adalah cinta, persahabatan, kepura-puraan, dll.

Seorang penulis menyajikan tema-tema dalam karya sastra melalui beberapa cara. Seorang penulis dapat mengekspresikan tema melalui perasaan karakter utamanya tentang subjek yang telah dipilihnya untuk ditulis.

Demikian pula, tema disajikan melalui pemikiran dan percakapan berbagai karakter. Selain itu, pengalaman tokoh utama dalam perjalanan karya sastra memberi kita ide tentang temanya. Akhirnya, tindakan dan peristiwa yang terjadi dalam narasi adalah konsekuensi dalam menentukan temanya.

Contoh Singkat Tema

Ketika astronot mendarat di bulan, dia merasakan kesepian. Berpikir tidak ada orang lain, dia menjadi sedikit sedih, meskipun pemandangan Bumi sangat indah.(Tema kesepian)

Para pengembara luar angkasa bepergian ke bulan, ketika pesawat ruang angkasa mereka tiba-tiba kehabisan bahan bakar. Mereka semua takut mengetahui bahwa mereka tidak akan bisa kembali ke Bumi, dan hanya bisa mendarat di bulan.
(Tema ketakutan)

Bus itu melaju dengan sangat cepat ketika dihentikan oleh sekelompok perampok. Para penumpang diperintahkan untuk keluar, meninggalkan barang-barang berharga mereka di dalam bus. (Tema ketakutan)

Upacara pernikahan mereka berlangsung di sebuah hotel besar. Semua orang terkemuka kota diundang, alasan perayaan itu sangat baik. (Tema kebahagiaan)

Pentingnya menggunakan tema dalam narasi tidak tertandingi. Temanya adalah ide yang digarisbawahi yang coba disampaikan oleh seorang penulis kepada audiens. Sebuah cerita tanpa ide utama bagi karakter dan pembaca untuk mengalami, memikirkan, dan belajar dari bukan cerita sama sekali.

Sebuah cerita, pada dasarnya, harus memiliki tema, kadang-kadang banyak tema besar dan kecil, semuanya. Tema adalah klub buku ide, penyair, penulis naskah drama, mahasiswa sastra, penggemar film, pembuat film, dan penulis kreatif yang merenungkan secara mendalam.

Mereka adalah makna di balik keseluruhan cerita, alasan yang lebih dalam bahwa cerita telah ditulis dan dibagikan.

 

2.    Tokoh

Semua cerita membutuhkan elemen-elemen tertentu yang diperlukan. Tanpa elemen-elemen ini, karya sastra sering gagal masuk akal. Misalnya, salah satu elemen penting dari setiap cerita adalah alur cerita dengan serangkaian peristiwa. 

 

Elemen penting lainnya adalah karakter. Karakter dapat berupa orang, angka, sebuah benda mati objek, atau hewanAda berbagai jenis karakter, dan masing-masing melayani fungsinya yang unik dalam sebuah cerita atau karya sastra.

 

Fungsi utama karakter dalam cerita adalah untuk memperluas atau memperpanjang plot, membuatnya mudah dibaca dan menarik. Banyak cerita menggunakan banyak karakter, dan setiap cerita memiliki karakter utama yang sangat mempengaruhi alur cerita. 

 

Karakter utama dapat berupa protagonis, antagonis, dinamis, statis, datar, atau bulatPembaca merasa bahwa karakter yang diberikan dalam karya sastra ada, dan mereka senang membaca tokoh dan tindakan mereka yang nyata dan hidup.

 

Contoh Karakter dalam Sastra

 

Contoh: Trilogi The Lord of the Rings (Oleh JRR)

Dalam Trilogi The Lord of the Rings, Frodo dan temannya Sam menemukan komitmen pribadi mereka yang tak terduga, kekuatan emosional dan fisik, dan pengabdian pada penyebabnya. 

Gandalf menemukan bahwa kepercayaannya dirusak oleh sesama penyihir, sehingga ia berubah menjadi pesulap dengan karakter yang lebih kuat.

 

Aragorn, pewaris garis raja, menyerahkan gelarnya; Namun, selama periode waktu tertentu ia menemukan keterampilan kepemimpinannya, dan memutuskan untuk mendapatkan kembali mahkotanya. Semua karakter ini memberi kita contoh yang baik dari karakter bulat, masing-masing memiliki kedalaman kepribadian, dan kemampuan untuk mengejutkan para pembaca.

 

3.    Penokohan

Penokohan adalah alat penulis, atau "alat sastra" yang muncul kapan saja penulis menggunakan perincian untuk mengajar kita tentang seseorang. Ini digunakan selama cerita untuk menceritakan kisah itu.  Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan tokoh-tokoh dalam cerita (Kosasih, 2003:256).

 

Contoh Penokohan

Cara seorang tokoh berbicara dapat memberi tahu kita tentang latar belakang dan kepribadian mereka, seperti seberapa berpendidikan mereka, atau apa yang mereka anggap penting. Bahkan cara tokoh lain berbicara dan tentang karakter kita adalah bentuk penokohan.

 

Contoh 1

Dalam seri Harry Potter , Dobby menyebut Potter sebagai "Harry Potter yang mulia," atau "Harry Potter yang baik," yang menunjukkan kepada kita bagaimana peri rumah menyukai penyihir muda. Itu juga bisa menjadi petunjuk bagaimana Dobby menunjukkan kasih sayang kepada orang lain yang dia kagumi.

Contoh 2

Cara tokoh bereaksi terhadap adegan tertentu juga mengajarkan kita tentang mereka. Sebagai contoh, tokoh yang menjadi pengemis memiliki reaksi berbeda dengan tokoh yang membuka dompet dan menyerahkan uang ratusan ribu, dan masih ada lebih banyak perbedaan dari tokoh yang bekerja langsung dengan populasi tunawisma di kota. Penokohan dapat terjadi dalam banyak cara.

 

4. Latar

Latar  adalah waktu dan tempat (atau kapan dan di mana) cerita berlangsung. Ini adalah elemen sastra yang digunakan dalam novel, cerita pendek, drama, film, dll, dan biasanya diperkenalkan selama eksposisi (awal) cerita, bersama dengan tokoh. Latar juga dapat mencakup lingkungan cerita, yang dapat terdiri dari lokasi fisik, iklim, cuaca, atau lingkungan sosial dan budaya.

 

Maman Mahayana (2005:178) menjelaskan pengahadiran latar oleh pengarang tentu bukan tanpa maksud. Ada sesuatu yang hendak disampaikan, baik untuk keindahan, maupun untuk memperkuat tema. Hal tersebut merupakan bagian dari fungsi latar pada sebuah novel.

 

Ada berbagai cara yang menunjukkan waktu dan tempat pengaturan. Waktu dapat mencakup banyak bidang, seperti waktu karakter kehidupan, waktu hari, tahun, periode waktu seperti masa lalu, sekarang, atau masa depan, dll.

 

Tempat juga mencakup banyak area, seperti bangunan tertentu, ruangan di gedung, negara, kota, pantai, dalam moda transportasi seperti mobil, bus, perahu, di dalam atau di luar, dll. Pengaturan cerita dapat berubah di sepanjang alur cerita. Lingkungan mencakup lokasi geografis seperti pantai atau gunung, iklim dan cuaca, dan aspek sosial atau budaya seperti sekolah, teater, rapat, klub, dll.

 

Contoh 1

Contoh sederhana untuk memahami pengaturan adalah film Disney "Cinderella." Pengaturan dimulai sebagai

Waktu: Cinderella sebagai gadis muda, dahulu kala

Tempat: Rumah Cinderella di kerajaan yang jauh

Setelah ayahnya meninggal, aspek waktu dari pengaturan berubah, melompati kira-kira sepuluh tahun ke depan. Memahami perubahan waktu ini membantu mengikuti cerita.

Waktu: Cinderella sebagai wanita muda, dahulu kala

Tempat: Rumah Cinderella di kerajaan, di kamar tidurnya dan di dapur

 

5.    Alur Cerita atau Plot

Plot atau alur adalah istilah sastra yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang membentuk sebuah cerita, atau bagian utama dari sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa ini berhubungan satu sama lain dalam suatu pola atau urutan. Struktur novel tergantung pada pengorganisasian peristiwa dalam alur cerita.

Plot dikenal sebagai dasar dari sebuah novel atau cerita, di mana tokoh dan latardibangun. Ini dimaksudkan untuk mengatur informasi dan peristiwa secara logis. Ketika menulis plot sebuah literatur, penulis harus berhati-hati agar tidak mendominasi bagian lain dari cerita.

 

Elemen Utama dari Plot

 

Ada lima elemen utama dalam plot:

 

1.    Eksposisi atau Pendahuluan

Ini adalah awal dari cerita, di mana tokoh dan latar dibuat. Konflik atau masalah utama  diperkenalkan juga.

 

2.    Tahap Meningkat

Meningkatnya aksi yang terjadi ketika serangkaian peristiwa membangun konflik. Karakter utama ditetapkan pada saat aksi naik dari plot terjadi, dan pada saat yang sama, peristiwa mulai menjadi rumit. Selama bagian cerita inilah kegembiraan, ketegangan, atau krisis terjadi.

 

3.    Klimaks

Di klimaks, atau titik utama plot, ada titik balik cerita. Ini dimaksudkan sebagai momen dengan minat dan emosi tertinggi, membuat pembaca bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

4.    Anti klimaks

Anti klimaks, atau penutupan cerita, terjadi ketika berbagai peristiwa dan komplikasi mulai teratasi. Hasil tindakan dari karakter utama dikedepankan.

 

5.    Penyelesaian dan kesimpulan

Resolusi, atau kesimpulan, adalah akhir dari sebuah cerita, yang dapat terjadi dengan akhir yang bahagia atau tragis.

 

Contoh Plot

Pride and Prejudice (Oleh Jane Austen)

Contoh plot yang sangat bagus dalam fiksi romantis muncul dalam buku Pride and Prejudice oleh Jane AustenAlur cerita dimulai ketika saudara perempuan Lizzie, Jane, jatuh cinta dengan teman Darcy bernama Mr. Bingley. Lizzie berkembang dan tertarik pada Tuan Wickham, yang menuduh Darcy menghancurkannya secara finansial.

Ketika Lizzie pergi menemui temannya, dia bertemu dengan Tuan Darcy, yang melamar, dan Lizzie menolak. Dia kemudian menulis surat kepadanya yang mengatakan kepadanya mengapa dia tidak menyukainya. Dia membalas, membersihkan semua kesalahpahaman dan tuduhan. Jane melarikan diri dengan Tn. Wickham, dan Lizzie menyadari bahwa Tn. Darcy bukan pria yang seburuk yang dia kira.

 

6. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah sudut yang mempertimbangkan hal-hal, yang menunjukkan kepada kita pendapat atau perasaan individu yang terlibat dalam suatu situasi. Dalam sastra, sudut pandang adalah cara narasi yang digunakan penulis untuk membiarkan pembaca “mendengar” dan “melihat” apa yang terjadi dalam sebuah cerita, puisi, atau esai.

Contoh Sudut Pandang

Sandra Cisneros menulis sebuah cerita berjudul "Eleven." Sudut pandang adalah perspektif Rachel yang berusia 11 tahun. Cerita ini terjadi di sekolah selama ulang tahunnya dan tentang penghinaannya menerima sweater tua. Sepanjang cerita, dia berbicara dalam sudut pandang orang pertama, berbagi pemikirannya saat peristiwa berlangsung.

“Hanya hari ini aku berharap aku tidak hanya memiliki sebelas tahun berderak di dalam diriku seperti uang dalam kotak Band-Aid timah. Hari ini saya berharap saya seratus dua bukannya sebelas karena jika saya seratus dua saya tahu apa yang harus dikatakan ketika Mrs. Price meletakkan sweter merah di meja saya ”(Cisneros).

Aktivitas yang menyenangkan adalah menulis ulang cerita dari sudut pandang masing-masing karakter. Apa yang dipikirkan guru ketika dia mencoba menyingkirkan sweter merah jelek di kelasnya? 

Mungkin itu mengingatkannya pada ibunya yang banyak menuntut! Bagaimana sweter itu merasa dilemparkan dan didorong, tidak diinginkan dan tidak dicintai? Mungkin beberapa wanita tua yang manis telah merajutnya dengan cinta untuk seorang cucu perempuan yang sekarang telah menolaknya. 

Mengapa Sylvia mengatakan itu milik Rachel? Apakah dia cemburu pada Rahel karena suatu alasan? Setiap karakter akan memiliki cerita yang sedikit berbeda dari sudut pandangnya.

Jenis-Jenis Sudut Pandang

Orang pertama: Contoh di atas dengan Rachel kecil diceritakan dalam sudut pandang orang pertama, artinya kita melihat peristiwa melalui mata tokoh yang menceritakan kisah itu.

Orang kedua: Orang kedua, narator berbicara kepada ANDA. Ini tidak terlalu umum dalam fiksi, kecuali narator mencoba berbicara dengan pembaca secara pribadi. Kami melihat sudut pandang orang kedua sebagian besar dalam puisi, pidato, penulisan instruksional, dan artikel persuasif.

Orang ketiga: Dengan sudut pandang orang ketiga, narator menggambarkan apa yang dilihat, tetapi sebagai penonton. Jika narator adalah karakter dalam cerita, maka kita membaca apa yang dia amati ketika cerita itu terungkap. Narator ini memiliki tiga kemungkinan perspektif.

·    Terbatas - Pada orang ketiga terbatas, narator hanya melihat apa yang ada di depannya, penonton peristiwa ketika mereka terbuka dan tidak dapat membaca pikiran karakter lain.

·    Mahatahu - Seorang narator mahatahu melihat semua, sama seperti dewa yang tahu semua jenis. Dia melihat apa yang dilakukan masing-masing karakter dan dapat melihat ke dalam pikiran masing-masing karakter. Ini biasa terjadi pada karakter eksternal, yang berdiri di atas, menonton aksi di bawah ini (bayangkan seseorang dengan bola kristal, mengintip ke dalam).

·         Mahatahu Terbatas - Narator orang ketiga yang mahatahu terbatas hanya dapat melihat ke dalam pikiran satu karakter. Dia mungkin melihat peristiwa lain terjadi, tetapi hanya tahu alasan tindakan satu karakter dalam cerita.

 

7. Amanat

Amanat adalah pesan moral yang disampaikan seorang pengarang melalui cerita. Amanat juga disebut sebagai pesan yang mendasari cerita yang ingin disampaikan pengarang kepada para pembaca.

 

Pengertian Amanat Menurut Sadikin (2010) adalah pemecahan yang diberikan oleh seorang pengarang untuk persoalan dalam sebuah karya sastra. Amanat dapat disebut dengan makna. Makna yang diniatkan seorang pengarang disebut dengan makna niatan, sedangkan makna muatan yaitu makna yang termuat dalam sebuah karya sastra.

 

B. UNSUR ESKTRINSIK

Unsur esktrinsik  merupakan unsur luar yang ikut melengkapi sebuah novel. Tjahjno (1988:450) mengutarakan bahwa unsur ekstrinsik karya sastra adalah hal-hal yang berada di luar struktur karya sastra, namun amat dipengaruhi karya sastra tersebut.

 

Menurut Rene Wellek dan Austin Warren dalam Tjahajono (1988:450), pengkajian terhadap segi ekstrinsik karya sastra mencakup empat hal yaitu:

 

1.    Mengkaji hubungan antara sastra dengan biografi atau psikologi pengarang. Yang jelas anggapan dasarnya bahwa latar belakang kehidupan pengarang atau kejiwaannya akan mempengaruhi terhadap proses penciptaan karya sastra.

2.    Mengkaji hubungan sastra dengan aspek-aspek politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Situasi sosial politik ataupun realita budaya tertentu akan berpengaruh terhadap karya sastra.

3.    Mengkaji hubungan antara sastra dengan hasil-hasil pemikiran manusia, ideologi, filsafat, pengetahuan, dan teknologi.

4.    Mengkaji hubungan antara sastra dengan semangat zaman, atmosfir atau iklim aktual tertentu. Semangat zaman di sini bisa menyangkut masalah aliran semangat digemari saat ini.

Ada 3 unsur ekstrinsik yang biasa ada pada novel, yaitu unsur biografi, unsur sosial dan unsur nilai.

 

 

Posting Komentar

18 Komentar

  1. Nama:Umi Nurhalimah
    Kelas:XII IPS 5

    BalasHapus
  2. Nama: Vina Ayunitasari
    Kelas : XII MIPA 4

    BalasHapus
  3. NAMA:ADE CHANDRA MAULANA
    KELAS:XII MIPA 1

    Pak jika seseorang akan membuat sebuah novel,apakah ada batasanya harus berapa halaman?/novel itu minimal berapa halaman sih seharusnya?

    BalasHapus
  4. NAMA:DENNIS RAMADHANI
    KELAS:XII MIPA 3

    BalasHapus
  5. NAMA : RAHMA LAILA MAHARANI
    KELAS : XII MIPA 3

    BalasHapus
  6. NAMA : WIWIN WIDIANINGSIH
    KELAS : XII MIPA 1

    BalasHapus
  7. NAMA : DEWI KARIMAH
    KELAS : XII MIPA 1

    BalasHapus
  8. Nama : Nurhasimah
    kelas : XII IPS 4

    BalasHapus
  9. Nama : Wahyu Saputra
    Kelas : XII A 3

    BalasHapus
  10. Nama : Yusi Mariska
    Kelas : XII IPS 1

    BalasHapus
  11. Nama : Saepul barkah
    Kelas : XII IPS 3

    BalasHapus
  12. Nama : Desty Aulia Islami
    Kelas : XII IPS 1

    BalasHapus
  13. Nama: Dwi Nurmaisyah
    Kelas :Xll IPS 4

    BalasHapus
  14. Nama:Pera Murnika
    Kelas:XII IPS 3

    BalasHapus
  15. Nama:Cahyani
    Kelas:Xll MIPA 5

    BalasHapus
  16. Nama:Ade Chandra Maulana
    Kelas:XII MIPA 1

    BalasHapus