About Me

KRITIK DAN ESAI

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997 : 531 ), disebutkan kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Sedangkan esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya (Depdikbud, 1997: 270 ). 

Berdasarkan pengertian di atas, kritik dan esai merupakan sebuah karangan yang berisi ulasan dan pembahasan tentang suatu masalah dari sudut pandang seseorang. Apa yang membedakan kritik dan esai dari karya-karya lain? Tentunya masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri. Kritik dan esai memiliki ciri-ciri sebagai berikut.




1. Kritik
a. bersifat menanggapi/mengomentari karya orang lain 
b. menunjukkan kelebihan dan kekurangan 
c. memberi saran perbaikan 
d. bertujuan menjembatani pemahaman pembaca/apresiator/apresian dengan karya sastra bersangkutan 

2. Esai 
a. membahas suatu masalah secara sepintas sesuai pandangan atau pribadi pengarangnya 
b. pengembangan gagasan secara bebas variatif sesuai keinginan pengarangnya 
c. disajikan secara ringan dan santai 
d. bertujuan membahas suatu masalah secara ringan tanpa harus sampai pada penyelesaian secara tuntas  
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun kritik dan esai, di antaranya sebagai berikut. 
1. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas dan hasil ulasannya harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya. 
2. Pendekatan yang digunakan harus jelas, apakah persoalan didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif? Pendekatan faktual maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan fakta dan datanya sebagaimana diserap pancaindra. Pendekatan imajinatif maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan apa yang dibayangkan atau diangankan. 
3. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak boleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. 
4. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Posting Komentar

4 Komentar